Senin, 12 Juni 2017

PANJI


~Diamku adalah caraku menjagamu~
Karya : Panji Ramdana
Kau terlalu indah
Sampai lisanku tak mampu lagi berucap kata terbaik yang bisa melukiskanmu
Kau terlalu sempurna
Sampai anganku tak mampu lagi lebih jauh untuk bermimpi
Kau terlalu hebat
Sampai langkahku terus saja tertinggal darimu dan aku hanya mampu melihatmu dari belakang


Kau terlalu jauh, itulah mengapa aku… diam
Diam dalam ruang pribadiku
Mengatakan sebuah beban dan harap yang tertulis dalam goresan kepalaku
Inginku sederhana
Aku ingin kau bahagia
Aku ingin kau lebih dari apa yang kau miliki sekarang
Dan aku, ingin menjagamu
Dalam setiap langkah yang kau pijak, aku ada
Caraku menjagamu adalah dalam diamku
Karena aku tau, menjaga adalah untuk seseorang tetap nyaman
Aku diam, karena aku ingin kau tetap nyaman
Ingin sekali ada satu hembusan yang belum aku dapatkan darimu hadir dalam hidupku
Aku ingin berhak untuk ada
Hingga sampai di mana ketika kamu terluka, aku menjadi pohon besar bagimu
Menjadi tempat sandaranmu, teduh dan menyejukkan
Mungkin ini adalah takdirku, meretas kerinduanku yang tak mungkin terjadi
Memelukmu dengan satu kehangatan yang berbeda
Binar mataku dan kamu berbeda
Apa kau tak sadari itu?
Tak kau lihatkah ada satu pena dalam mataku yang ingin aku tuliskan dalam ingatanmu?
Aku, akan selalu ada, dan tinggalah dalam hatiku, air mataku, dan dalam ingatanku
@melodydalampuisi

Rabu, 21 Oktober 2015

LAFAZ YANG TERSIMPAN by UNIC


Luluh hatiku yang sayu
Menatap wajahmu tenang dalam lena
Kasih zahirkan laku
Sedangkan bibirku jauh dari lafaznya

Dan raut tuamu membekas jiwaku
Meredakan rindu mendamaikan kalbu
Tak mungkin kutemu iras sentuhanmu
Biarpun kuredah seluruh dunia
Mencari gantimu

Betapa sukarnya menyusun bicara
Meluahkan rasa menuturkan sayang
Kasih yang terlimpah hanya sekadar
tingkah
Cuma ungkapan kebisuan yang
melindungkan kalimah rahsia

Masih kubiarkan waktu
Melarikan lafaz kasihku padamu

Mengapakah sukar menyusun bicara
Meluahkan rasa menuturkan sayang
Kasih yang terlimpah hanyalah sekadar
tingkah
Cumalah ungkapan bisu kalimah rahsia

Apakah yang hilang andai dilisankan
Bait penghargaan penuh kejujuran
Tak mungkin terlihat cinta yang merona
Jika hanya renungan mata yang bersuara
Bukan tutur kata

Tiada lagi ertinya pengucapan
Andai akhir nafas di hujung helaan
Sebelum mata rapat terpejam
Usah biar kehilangan
Menggantikan lafaz yang tersimpan

Selasa, 20 Oktober 2015

JODOH

Jodoh itu Kamu.
Iya, hey kamu!!!
Tapi aku tidak tahu kamu dimana, dan sedang apa?
Tapi aku tahu kamu pasti bertemu denganku.
Aku tahu kamu pasti duduk berdua denganku dalam sebuah ikatan pernikahan.
Kata orang Jodoh itu jorok, tapi aku yakin pasti kamulah jodohku.
Jodoh..
Dimana pun Kamu berada, aku berharap kamu jaga selalu iman dan taqwamu, tingkatkan terus ketaqwaanmu dijalan yang diridhoi-Nya.
Jodoh..
Percayalah, pasti kita bertemu.
Pasti kita akan bertutur sapa, bagaimana pun keadaan kita.
Jodoh..
Kamu jangan merindukanku ya, karena yakin pasti kita bertemu.
Tingkatkan terus ketaqwaanmu, agar kamu mendapatkan Ridho-Nya agar kita dapat dipertemukan dalam keadaan satu keyakinan.
Jodoh..
Semangat terus ya, terus semangat..
Istiqomah selalu dijalan kebaikan, jalan yang di Ridhoi oleh Allah Swt..
aamiin.....

Tungguku dibatas waktu :)


Lirik CINTA DALAM IKHLAS by Kang Abay Motivasinger

Dalam hampa kurasa hadirMu
Sesak dadaku menghilang
Kuterima semua keputusanMu
Dan CintaMu yang kini kudamba selalu
Kuikuti Gravitasi hati
Kupasrahkan perasaan
Hanya padaMu kubertumpu, dan meminta
Dia milikMu…Sampaikanlah Pesanku
Tak akan lupakanmu
Tapi kuharap bisa mengikhlaskan Cinta
Karena kuyakin rencanaNya lebih Indah
Jika berjodoh kita kan disatukanNya
Tak mau hapuskanmu
Tapi kurela melepasmu kepadaNya
Karena kuyakin pilihanNya yang terbaik
Jika tak bersatu, Allah kan pilihkan jodoh yang lebih baik
“Aku mencintaimu…Tapi lebih mengharapkanNya.
Aku merindukanmu dalam doa…”
#:)

Senin, 19 Oktober 2015

PEREMPUAN



~SEBUAH OPINI~
Ada yang bilang perempuan itu kuat, tapi ada juga yang bilang perempuan itu lemah. Sebenarnya mana yang benar??
Fakta survey berdasarkan beberapa pendapat :
1.     Perempuan itu lemah karena suka mengedepankan perasaan daripada logika, perempuan itu tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri. Perempuan itu lebih munafik, karena apa yang diucapkan tidak sesuai dengan hatinya. Perempuan itu ciptaan yang paling sempurna, dia memiliki segalanya . Perempuan itu indah, selalu sedap untuk dipandang bahkan untuk dibayangkan dalam keadaan apapun.Tak menutup kemungkinan perempuan itu melemahkan keimanan kaum laki-laki.
Yang menjadi pertanyaan saya “Apakah setiap masalah yang terjadi itu datangnya dari perempuaan?”
Kaum laki-laki ,,,,mereka selalu tidak sadar bahwa setiap keberhasilan mereka itu dibelakang mereka itu ada kaum perempuan yang selalu mendorong,dan melindunginya.
~Aay Ayudiningsih~
2.    Perempuan itu lemah ketika dia menjatuhkan hatinya pada seseorang yang menjadi pilihannya dan pastinya itu seorang ikhwan sejati menurutnya, dan hanya menangis yang bisa  dia lakukan.,  dan perempuan itu dikatakan kuat ketika dia mencoba untuk tegar menghadapi semua permasalahan hidupnya. Mencoba untuk menyimpan semua beban yang dihadapi, tanpa diketahui oleh orang lain terutama oleh kaum adam.
~Siti Maesaroh~
3.    Ada di saat wanita menjadi sangat kuat, dan ada saat dimana wanita menjadi seseorang yang sangat lemah dan membutuhkaan bantuaan dan kasih sayang.~Ucu Sumirat~
4.    Perempuan Hipokrit ( jawabannya Tanya pada Aktifis PLH )~Decky Muhammad~
5.  Perempuan itu menyebalkan, bahkan dia (perempuan) tak memahami dirinya sendiri.
~Noyalita Khadijah~
6. Perempuan itu super konsumtif. ~Imas Fatimah~

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH (METODOLOGI STUDY ISLAM)

BAB I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang
Pengajaran agama di Indonesia memiliki riwayat yang sangat panjang untuk  dapat dimasukkan pengajaran dalam kurikulum disekolah-sekolah umum. khususnya agama Islam pada zaman penjajahan Belanda dilakukan secara tidak resmi dengan bertabliqh disekolah-sekolah umum di luar jam sekolah, kenyataannya perhatian murid-murid  sangat besar karena mereka sangat membutuhkan santapan rohani. Sesudah Indonesia merdeka pendidikan agama telah mulai diberikan disekolah-sekolah negeri.
Atas dasar tersebut berarti pengajaran agama tidak hanya dilakukan dilingkungan keluarga dan lembaga non formal lainnya tetapi juga, lambat laun mulai diakui disekolah formal seiring perubahan sistem pemerintahan Indonesia yang semakin mengukuhkan pendidikan agama Islam sebagai mata pelajaran wajib, bagi penganutnya.
Pengajaran agama harus menyentuh segala lapisan umur dan lapisan masyarakat karena merupakan petunjuk untuk  kehidupan dunia secara universal. Pengajaran agama Islam merupakan perintah dari Allah dan merupakan ibadah kepada-Nya.
QS. An Nahl : 125
Terjemahnya:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. Ar-Ra’d : 28
Terjemahnya:(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Bagi orang-orang muslim diperlukan adanya pendidikan agama Islam, agar mengarahkan fitrah mereka ke arah yang benar, sehingga mereka akan dapat mengabdi dan beribadah sesuai dengan ajaran Islam. Tanpa adanya pendidikan agama dari satu generasi berikutnya, maka orang akan semakin jauh dari agama yang benar.

B.           Rumusan Masalah
  1. Apa definisi metode pembelajaran?
  2. Bagaimana metode pengajaran agama pada anak balita?
  3. Bagaimana metode pengajaran agama pada anak-anak?
  4. Bagaimana metode pengajaran agama pada anak remaja?

C.          Tujuan

            1.      Menjelaskan definisi metode pembelajaran.
            2.      Bisa menjelaskan bagaimana metode pengajaran agama pada anak balita.
            3.      Bisa menjelaskan bagaimana metode pengajaran agama pada anak-anak.
            4.      Bisa menjelaskan bagaimana metode pengajaran agama pada anak remaja.

D.          Metode Penelitian

            1.      Observasi
            2.      Wawancara
            3.      Kuesioner












BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A.          Pengertian Metode Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam

Kata metode berasal dari Bahasa Yunani. Secara etimologi, kata metode berasal dari dua suku perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “jalan” atau “cara”. Dalam Bahasa Arab metode dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategis yang harus di persiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan dalam Bahasa Inggris metode dikenal dengan kata method yang berarti “cara”.
Sedangkan menurut terminology (istilah) para ahli memberikan definisi yang beragam tentang metode. Terlebih jika metode itu sudah di sandingkan dengan pendidikan atau pengajaran, diantaranya :
1.      Winarno Surakhmad mendefinisikan bahwa metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.
2.      Abu Ahmadi mendefinisikan bahwa metode adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau istruktur.
3.      Ramayulis mendefinisikan bahwa metode mengajar adalah cara yang di pergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran.
Berdasarkan definisi yang di kemukakan para ahli mengenai pengertian metode di atas. Beberapa hal yang harus ada dalam metode adalah :
1.      Adanya tujuan yang yang hendak di capai.
2.      Adanya aktifitas untuk mencapai tujuan.
3.      Aktivitas itu terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung
4.      Adanya perubahan tingkah laku setelah aktivitas itu di lakukan.

B.           Metode Mengajarkan Agama Pada Anak (Balita)
Pendidikan agama sebenarnya telah dimulai sejak anak lahir bahkan sejak anak dalam kandungan. Anak usia balita atau 0-5 tahun belum termasuk usia sekolah. Dengan demikian ia lebih banyak bersama dan berinteraksi di lingkungan keluarga terutama orang tuanya. Maka orang tua adalah segala-galanya bagi anak. Oleh karena itu, setiap orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan agama bukanlah sekedar mengajarkan pengetahuan agama dan melatih ketrampilan anak dalam melaksanakan ibadah. pendidikan agama menyangkut manusia seutuhnya.
Agar agama itu dalam tumbuh dalam jiwa anak dan dapat dipahami nantinya, maka harus ditanamkan semenjak kelahiran bayi. Dengan demikian, ada metode-metode tertentu yang harus diterapkan dalam mengajarkan agam pada anak.
Adapun metode yang dimaksud adalah semua cara yang dilakukan dalam upaya mendidik. Mengajar adalah termasuk upaya mendidik metode mengajarkan agama pada anak (balita) telah banyak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Diantaranya:
                  1.      Memperdengarkan Azan dan Iqamat saat kelahiran anak
Sebagaimana Abu Da’ud Turmidzi, Ali Rafi Baihaqi dan Ibnu Suni meriwayatkan bahwa Nabi SAW mengajarkan agar azan ditelinga kanan dan qamat ditelinga kiri anak yang baru lahir.
Artinya:
Aku melihat Rasulullah saw mengumandangkan azan pada telinga al Hasan bin Ali, ketika Fatimah melahirkannya.
Adapun hikmah dari azan dan iqamat menurut Ibnu Qayyum al Jauziyah yaitu agar  supaya suara yang pertama kali didengar oleh anak adalah kalimat-kalimat seruan yang maha tinggi yang mengandung kebesaran Tuhan. Hikmah lainnya adalah larinya syaitan hingga ia lemah ketika pertama kali ingin mengikat atau mempengaruhinya. Azan tersebut juga mengandung makna agar dakwah Islam mendahului dakwah syaitan.
                  2.      Metode hiwar atau percakapan
Metode hiwar adalah metode percakapan akan tetapi dalam hal ini perlu dipahami bahwa objeknya adalah anak balita. Anak pada umumnya mulai pandai berbicara pada umur dua tahun. Meskipun pada dasarnya bayi yang berumur satu tahun pun sudah dapat diajak berinteraksi dengan bahasa isyarat. Oleh karena itu, dianjurkan ketika anak mulai pandai bercakap, diajarkan kata-kata yang baik dan benar, sebagai mana dalam suatu riwayat al-Hakim bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Artinya:
Bacakanlah kepada anak-anakmu kalimat pertama dengan “lailahaillallah”
Hikmanya agar kalimat tauhid dan syiar masuk ke pendengaran anak, dan kalimat pertamalah yang diucapkan lisannnya dan lafal pertama yang difahami anak.
Demikian metode percakapan ini terus diterapkan sampai anak pandai berbicara yang baik dan lebih logis dan seterusnya.



                  3.      Metode Ketauladanan
Metode ketauladanan adalah suatu cara mengajarkan agama  dengan mencontohkan langsung pada anak. Hal ini telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah saw sebagaimana dalam firman Allah swt dalam QS. Al-Ahzab ayat 21.
Artinya
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Metode ini dapat diterapkan pada anak usia 3-5 tahun, misalnya mencontohkan perbuatan shalat, mengaji, shadaqah, berbuat baik dan lain-lain.
                  4.       Metode Pembiasan
Metode pembiasan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk  membiasakan anak berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Inti pembiasan sebenarnya pengalaman dan pengulangan seorang ibu membiasakan menyusui dengan ASI anaknya sebenarnya sudah menanamkan kebiasaan tentang cinta kasih. Demikian juga jika umur anak mencapai 1-2 tahun, anak paling sering memainkan mulut atau alat kelaminnya. Oleh karena itu seorang ibu harus membiasakan anak untuk  memberikan sesuatu yang tidak mencedrainya, misalnya memberikan makanan dengan memegangkan pada tangan kanan, mengalihkan tangannya bila memainkan alat kelaminnya. Apabila anak berusia 3-5 tahun dibiasakan makan bersama, berdoa, mencuci tangan, bangun pagi dan lain-lain.
                  5.       Metode drill/Latihan
Menurut Zuhaini metode dirill atau latihan adalah suatu metode dalam pengajaran dalam melatih anak terhadap bahan pelajaran yang telah diberikan. Untuk  usia anak yang masih balita yang berumur 2-5 tahun metode ini dapat diterapkan. Misalnya melatih berbahasa, melatih ketrampilan gerak dengan cara menggambar dan lain-lain.
                  6.      Metode pemberian hadiah atau pujian
Metode ini dapat diterapkan bagi anak berusia 3-5 tahun karena hal ini menarik. Apa lagi jika diberikan atas prestasi yang baik, anak akan semakin termotifasi. Misalnya anak bisa menyebutkan lima huruf hijaiyah, atau menghafal suatu doa, maka dapat diberikan pujian atau hadiah berupa materi. Dengan demikian anak akan merasa dihargai atas keberhasilannya.

C.          Metode Pengajaran Agama Pada Anak-anak
Menurut Zakiyah Darajat dalam bukunya ilmu jiwa agama kategori umur anak-anak adalah usia sekolah dasar yang pada umumnya usia 6-12 tahun. Ketika anak usia seperti ini jiwanya telah membawa rasa bekal agama dan kepribadiannya, tetapi masih dalam lingkungan dasar.
Dengan demikian, pengajaran agama sangat penting untuk  ditanamkan dalam diri anak. Adapun beberapa metode yang dapat diterapkan dalam mendidik anak sesuai dengan perkembangan yang dapat diterapkan dalam mendidik anak sesuai dengan perkembangan anak tersebut, yaitu:
                  1.      Metode keteladanan
Keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang cukup efektif dalam mempersiapkan dan membentuk anak secara moral, spiritual dan sosial. Sebab seorang pendidik merupakan contoh ideal dalam pandangan anak, yang tingkah laku dan sopan santunnya akan ditiru. Karenanya keteladanan merupakan salah satu faktor penentu baik buruknya anak didik. Dalam ayat Al-Qur’an banyak yang menjekaskan berapa pentingnya penggunaan keteladanan. Antara lain dalam firman Allah SWT. Surah Al-Ahzab: 21
Terjemahnya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Ayat di atas menjelaskan bahwa Rasulullah adalah contoh yang paling baik yang harus kita ikuti. Secara tersirat ayat ini juga memberikan isyarat bahwa keteladanan dalam kehidupan sehari-hari dalam memberikan pengajaran sangat efektif seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
2.Metode Pembiasaan
Yang dimaksud pembiasan adalah membiasakan cara-cara bertindak, dibaitkan dengan metode pembelajaran pada anak-anak, maka pembiasaan anak kepada hal-hal yang baik dalam belajar sopan santun dalam keluarga maupun dalam kehidupan sehari-hari.
3. Metode Nasehat
Al-Qur’an mensyariatkan dengan nasehat, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu”.
Dengan metode ini pendidik dapat menanamkan pengaruh yang baik kedalam jiwa dengan cara memberikan nasehat yang dapat mengetuk hati atau relung jiwa sang anak. Bahkan dengan metode ini pendidik dapat mengarahkan peserta didik kepada kebaikan dan kemaslahatan, serta kemajuan masyarakat dan umat.
4.Metode Kisah
Metode kisah mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi pengajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal yang baik, yang sebenarnya terjadi ataupun tekanan saja. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surah Yusuf ayat 111:
Terjemahnya:
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
Dari ayat tersebut di atas dapat dipahami bahwa ada hikma yang terkandung dari kisah-kisah yang disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya. Bagi orang-orang yang mau berfikir dan menggunakan akal.
5.Metode Hukuman
Muhammad Quthb mengatakan bahwa “bila teladan dan nasehat di metode lain tidak mampu menguba sikap anak, maka pada waktu itu harus diadakan tindakan tegas yang disebut hukum (sifatnya mendidik)         
D.          Metode Pengajaran Agama Pada Remaja
Remaja adalah anak yang berada pada usia bukan anak-anak, tetapi juga belum dewasa. Periode remaja itu belum ada kata sepakat mengenai kapan dimulai dan berakhirnya. Ada yang berpendapat bahwa usia remaja itu antara 13-21, ada juga yang mengatakan antara 13-19 tahun. Remaja yang telah tamat atau telah putus sekolah hakikatnya membutuhkan dan berhak atas lapangan kerja yang wajar, sesuai dengan UUD 1945 pasal 27 ayat 2.
Telah diketahui bersama bahwa anak adalah asset terbesar bagi orang tua, anak adalah amanah Allah yang perlu didik. Oleh karena itu, agama harus ditanamkan pada diri mereka.
Dalam mengajarkan agama pada remaja diperlukan berbagai metode. Adapun metode yang digunakan untuk  mengajarkan agama pada remaja telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain:


                  1.      Metode keteladanan.
Ketelaudanan dalam pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dalam aspek moral spiritual anak adalam remaja mengingat pendidik adalah figur terbaik dalam pandangan anak. Metode ini dapat diterapkan pada usia remaja misalnya contohkan shalat, mengaji dan ibdah-ibadah atau perbuatan baik lainnya.
                  2.       Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara mengajar dengan menggunakan peragaan atau memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses tertentu kepada yang diajar.
Metode ini dapat digunakan untuk  mengajarkan agama pada remaja, misalnya mendemonstrasikan langsung seperti; praktek shalat, wudhu, atau praktek penyelenggaraan shalat jenazah.
                  3.      Metode pemberian tugas
Termasuk metode pengajaran agama pada remaja yang cukup berhasil dalam membentuk  aqidah anak (remaja) dan mempersiapkannya baik secara moral, maupun emosional adalah pendidikan anak dengan petuah dan memberikan kepadanya nasehat-nasehat. Karena nasehat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak (remaja) akan hakikat sesuatu, mendorong untuk  menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia.
Adapun metode nasehat, dicontohkan oleh Luqmanul Hakim yang diabadikan dalam Al-Qur’an QS. Al Luqman ayat 13 dan 17.
Terjemahnya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(13) Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (17)
Menurut Abudinata bahwa nasehat ini cocok untuk  remaja karena dengan kalimat-kalimat yang baik dapat menentukan hati untuk  mengarahkannya kepada ide yang dikehendaki.
Selanjutnya beliau mengatakan bahwa metode nasehat itu sasarannya adalah untuk  menimbulkan kesadaran pada orang yang dinasehati agar mau insaf melaksanakan ajaran yang digariskan atau diperintahkan kepadanya.
BAB III
LAPORAN HASIL PENELITIAN

A.             Profi Tempat Penelitian
1.      Nama Sekolah                                  : SD ‘Aisyiyah Kota Sukabumi
2.      NSS                                                  : 103026202026
3.      Tahun Berdiri                                   : 2008
4.      Tahun Beroperasi                             : 2008
5.      Status                                               : Swasta
6.      Alamat                                             : Jl. Pelabuan II No. 185 Blk. Cipoho Indah
7.      Kelurahan                                         : Cikondang
8.      Kecamatan                                       : Citamiang
9.      Kota                                                 : Sukabumi
10.  Kode POS                                        : 43142
11.  Kepala Sekolah                                : Jana Jaenudin, S.Si.
12.  Waktu belajar                                   : Pagi
13.  Jumlah Rombel                                : 10 Rombel
14.  Jumlah siswa                                    : 210 orang
15.  Jumlah Tenaga Pendidik                  : 24 orang
16.  Jumlah tenaga kependidikan            : 8 orang

B.           Hasil Penelitian
Dengan menggunakan metode penelitian Observasi, Wawancara dan Kuesioner, yang di lakukan kepada para tenaga pendidik di sebuah Yayasan Pendidikan yang terletak di daerah Cipoho,  yaitu SD ‘Aisyiyah Kota Sukabumi. Saya dapat menghimpun dan menyajikan data yang menerangkan bahwa :

1.            Metode Mengajarkan Agama Pada Anak (Balita)
Pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab orang tua, karena anak pada usia ini lebih banyak bergaul di dalam lingkungan keluarganya yang berfungsi sebagai pendidik yang menanamkan pemahaman dan pengalaman keagamaan.
Adapun metode yang digunakan untuk  mengajarkan agama pada anak-anak, yaitu :
a.       Metode Demonstrasi
Metode ini dilakukan dengan media gambar. Karena dengan gambar anak usia dini dapat dengan cepat memahami maksud dan tujuan pembelajaran.
b.      Metode Kasih Sayang
Metode ini di lakukan untuk melakukan pendekatan terhadap anak, hal ini di lakukan karena dapat memberikan ransangan edukatif yang sangat positif bagi anak.
c.       Metode Berlagu
Metode ini merupakan cara menyampaikan materi dengan melalui lagu, tentu saja yang di lagukan adalah kata-kata yang baik. Misalnya, menyebutkan nama-nama hari dengan lirik lagu.

2.            Metode Pengajaran Agama Pada Anak-anak
Anak-anak adalah masa dimana mereka haus dengan ilmu, dan mereka cenderung masih mudah dimasuki dengan hal-hal yang baru, dan sangat berbeda dengan remaja. Begitupun dalam hal mendidik. Lebih dituntut akan kesabaran, dan kasih sayang.
Dalam mengajarkan agama pada anak-anak diperlukan berbagai metode yang sesuai dengan syari’at islam. Adapun metode yang digunakan untuk  mengajarkan agama pada anak-anak, yaitu :
a.       Metode Demonstrasi
Berupa presentasi dan menampilkan hasil karya anak. Metode ini dilakukan jika materi pembelajaran lebih kepada yang sifatnya praktek.
b.      Metode Diskusi
Belajar mengeluarkan pendapat. Metode ini dilakukan jika materi pembelajaran sudah berakhir untuk mengeluarkan pendapat yang di miliki anak didik.
c.       Metode Tanya jawab
Metode ini di lakukan untuk bahan evaluasi.
d.      Metode Ceramah
Metode ini dilakukan jika materi pembelajaran yang sifatnya hanya pengetahuan.
e.    Metode Nasehat.
f.       Metode Cerita
Metode ini di lakukan jika materi pembelajaran mengenai kisah-kisah yang baik atau buruk.
g.      Metode Drama
Metode ini di lakukan jika materi pembelajaran berupa kisah atau peristiwa.

Yang sering digunakan yaitu metode ceramah dan Tanya jawab. Karena, dengan ceramah terdapat kelebihan yaitu, penggunaan waktu yang lebih efisien dan pesan yang disampaikan dapat sebanyak-banyaknya, pengorganisasian kelas lebih sederhana, dapat memberikan motivasi siswa terhadap belajar, fleksibel dalam penggunaan waktu dan bahan. Sedangkan, dengan Tanya jawab situasi kelas akan hidup karena anak-anak aktif berfikir dan menyampaikan buah fikiran, anak-anak lebih berani mengungkapkan pendapatnya dengan lisan, juga menghangatkan proses diskusi. 


3.            Metode Pengajaran Agama Pada Remaja
Remaja adalah masa transisi dimana masa pubernya itu lebih dominan, dan rasa ingin tahunya mulai meningkat. Maka dari itu kita selaku pendidik dan orang tua mengisi rasa keingin tahuannya dengan hal yang positif, salah satu nya dengan metode pembelajaran pendidikan agama islam.
Dalam mengajarkan agama pada remaja diperlukan berbagai metode, berdasarkan pengalaman pribadi, dan pengetahuan yang kita punya. Akan tetapi itu semua tidak terlepas dari apa yang di ajarkan di dalam Al-Qur’an. Adapun metode yang digunakan untuk  mengajarkan agama pada remaja, yaitu :
a.       Metode Keteladanan
Yaitu metode yang dilakukan dengan cara, mengawali sikap diri kita sendiri, yang menunjukkan sikap kita yang lebih baik.
b.      Metode Demonstrasi
Yaitu metode yang di lakukan dengan cara, memperlihatkan dan memperaktekkan cara beribadah dengan baik.




















BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
  1. Metode adalah seperangkat cara, jalan atau teknik yang di gunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Metode pembelajaran yaitu suatu cara penyampaian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang di tetapkan.
  3. Metode pengajaran agama pada anak balita; mendengarkan azan dan iqamah saat kelahiran anak, metode hiwar, metode ketauladanan, metode pembiasaan, metode drill atau latihan, metode pemberian hadiah.
  4. Metode pengajaran agama pada anak-anak yaitu  ketaladanan, pembiasaan, nasehat, kisah, dan hukuman yang mendidik.
  5. Metode pengajaran agama pada anak remaja yaitu keteladanan, demonstrasi, pemberian tugas.
  6. Berbagai macam metode yang di lakukan guna untuk mendekatan agama terhadap balita, anak-anak dan remaja. Akan tetapi itu semua tidak terlepas dari nilai-nilai yang terkandung di dalam Kitab Suci Al-Qur’an.

B.     Saran
Semoga bahan diatas dapat dijadikan sebagai referensi bagi para pendidik, orang tua dan masyarakat.